4 Tips Mengatur Keuangan di Era Milenial
gambar: google |
Dalam mengatur keuangan pada era milenial ini memang mengalami tantangan tersendiri. Saat ini kita dimanjakan dengan berbagai akses online yang memudahkan untuk berbelanja dan membayarnya hanya dengan sekali klik. Bahkan iklan berbasis kredit online dengan prosedur pendaftaran yang mudahpun kian marak ditawarkan dimana-mana. Lantas bagaimana kita mengatur keuangan di era yang serba mudah ini agar tidak lebih besar pasak dari pada tiang?
1. Membuat Alokasi Gaji, Skala Prioritas, dan Komitmen!
Yup, mungkin tidak perlu diajarkan lagi. Hampir setiap orang memiliki alokasi gaji tersendiri. Membuat alokasi gaji akan memudahkan kita untuk melihat penyaluran gaji kita. Tidak hanya sampai disitu, mengurutkannya sesuai dengan skala prioritas akan mencegah kita dari kesalahan dalam mengelola keuangan. Misalnya, ada cicilan yang harus dibayar tapi karena ada barang yang juga ingin dibeli, kita malah memilih membeli barang tersebut yang harusnya dapat ditunda dari pada membayar hal yang sudah pasti merupakan kewajiban.
Oleh karena itu penting sekali komitmen dalam mengalokasikan gaji yang sudah dibuat berdasarkan skala prioritas tadi. Komitmen akan membuat kita menjadi lebih bijaksana dalam mengelola keuangan.
2. Tunaikan Kewajiban Financial
Jika kita memiliki kewajiban financial yakni hal-hal yang harus ditunaikan dan tidak bisa ditunda maka ada baiknya tunaikan kewajiban dulu sebelum mengalokasikan gaji ke hal lain
Misalnya seperti kewajiban membayar zakat (jika memang sudah menjadi wajib zakat), mengirimkan uang saku untuk kedua orang tua, dahulukan juga bersedekah baik diwaktu lapang dan di waktu sempit, berbagi akan membuat hati kita lapang dan terhindar dari sifat pelit/kikir.
Kemudian, hal-hal yang bersifat fix cost, seperti listrik, air, gas. Lalu, jika ada cicilan, ada baiknya simpan untuk membayar cicilan. Kita tidak maukan dikejar-kejar oleh dept collector karena tidak membayar cicilan?
3. Menabung, Berinvestasi, Mulai Bisnismu Sendiri
Sisihkan setidaknya 10-20% dari gaji yang kita dapatkan setelah dikurangi dengan kewajiban financial tadi untuk ditabung atau diinvestasikan. Jika bisa lebih akan sangat baik sekali untuk kekuatan financialmu. Menabung bisa dengan tabungan berjangka jika kita khawatir akan terpakai ditengah bulan, atau bisa investasi dalam bentuk emas LM, perhiasan, reksadana dengan resiko rendah (tergantung kemampuan).
Setelahnya baru gunakan untuk konsumsi. Jika gaji yang didapatkan serasa kurang carilah tambahan diluar gaji utama kamu. Kadang kita tidak bisa selamanya mengandalkan gaji utama kita ya kan?
Berbisnis termasuk salah satu upaya untuk investasi jangka panjang, ada bisnis dengan resiko rendah ada dengan resiko tinggi, tinggal bagaimana kita mau memulainya saja. Siapa tau bisnis yang kita upayakan ini bisa menjadi penghasilan utama dan sumber pendapatan bagi banyak orang kedepannya. Dengan begini kita bisa menjadi pribadi yang berdikari.
4. Bedakan Keinginan dan Kebutuhan (Tahan Nafsu)
Penting banget untuk membedakan mana kebutuhan mana keinginan, sebab mengikuti keinginan tidak akan pernah mencapai kepuasan. Hal ini dapat berbahaya kalau kita tidak mampu mengontrolnya terutama saat sedang berbelanja. Kalau perlu buat budget dan list apa saja barang-barang yang kamu butuhkan selama berbelanja yah. Kalaupun realitanya harus mengalami overbudget, pastikan tidak melebihi 10-20% dari daftar belanja kamu.
Yuk tahan hawa nafsu untuk belanja ini itu sekiranya tidak perlu.
Itulah empat langkah yang bisa kita aplikasikan dalam mengatur keuangan di era yang serba digital ini, era milenial. Semoga bermanfaat.
Terlihat mudah. Tapi susah ya sebenernya ngatur uang tuh, butuh support . Hehe. good tulisannya. .
ReplyDeleteterima kasih banyak ditaa :D
DeleteWaaah makasih sudah "mengingatkan" lewat tulisan ini mbaaaak <3
ReplyDeletesama sama mbaa, terima kasih sudah baca blog aku
DeleteKeren tipsnya, keinginan dan kebutuhan kadang beda tipis hehee dan hal yg berat adalah menahan godaan belanja online alias belanja yg tidak perlu
ReplyDeletehehehe betul banget mba. pasarnya makin deket mba, pindah ke handphone soalnya :DD
DeleteSetuju dan penting banget emang mengatur keuangan apalagi untuk yang sudah berkeluarga yaa.
ReplyDeletebetul, kebutuhan dan tanggung jawabnya juga sudah beda :D
DeleteApalagi saat di rumah saja seperti ini. Godaan belanja online lebih besar. Harus punya komitmen untuk membuat perencanaan keuangan. Nice share mba.. terima kasih 😊
ReplyDeletesama sama mbaa, semoga bermanfaat :D
DeleteIni yg lagi belajar membedakan Antara keinginan dan kebutuhan, lebih bnyk keinginan di alur kebutuhan akutuh😁
ReplyDeleteKadang tuh krn besarnya keinginan, menjadikannya butuh. Padahal tidak😂
ReplyDeleteMasyaAllah, bener banget, ngatur keuangan fokusnya harus dikeakhiratan dulu, karena kalo ga gitu, suka spending too much to keduniawian. Jazakillah atas sharingnya ya.
ReplyDeletekeinginan dan kebutuhan...biasanya lbh bnyk keinginan ^^
ReplyDeleteMengontrol keinginan itu yang perlu ekstra usaha. Tapi harus bisa ya mbak?
ReplyDeleteTerlihat simple tpi memang harus penuh konsistensi sih🤣
ReplyDeleteKlo full mom kyak saya begini paling cma bisa no.4 dlu nih mba 😆
ReplyDeleteWah aku jadi keinget pengen punya bisnis yang bisa jadi investasi jangka panjang 😅. Makasih sharingnya Mba 😊
ReplyDeletehihi makasih mbaak useful tips. aku & suami juga baru aja launching produk kuliner pertama kami 😁
ReplyDeleteNice sharing mba, belajar manajemen finansial ini penting walaupun panjang memang ya. Harus disiplin praktek dan teliti pelajari instrumen finansial yang macem2..
ReplyDeletepenting banget ini manajemen keuangan keluarga, apalagi di tengah pandemi begini, kita harus lebih mengencangkan ikat pinggang xD
ReplyDeleteterima kasih sharingnya ☺️
ReplyDeleteAku tiap abis gajian selalu bagi-bagi gaji ke pos pengeluaran mba. tapi teteeep aja kadang "khilaf" xD
ReplyDelete